ENGLISHEN
Home Berita Sumatera Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla

Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla

Polda Sumsel menahan 17 tersangka dari 15 laporan polisi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026, ditegaskan dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo di Palembang.

Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, SUMATERA – Polda Sumatera Selatan menahan 17 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 15 laporan polisi yang ditangani selama musim kemarau 2026, Senin (24/8/2026).

Informasi ini disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam Rapat Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan Tahun 2026. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Kapolda Sandi Nugroho menjelaskan bahwa penindakan ini diharapkan dapat menjadi efek jera sekaligus edukasi bagi masyarakat. Tujuannya agar pembakaran hutan tidak terulang lagi di wilayah Sumatera Selatan.

Antisipasi karhutla telah dilakukan sejak awal tahun, mengingat kebakaran hutan dan lahan merupakan siklus tahunan. Pada Februari 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan meninjau langsung kesiapsiagaan karhutla di wilayah Sumsel.

Penanganan karhutla tahun ini tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup pencegahan dini dan kolaborasi edukasi. Strategi holistik ini diperkuat dengan penegakan hukum yang tegas.

Untuk upaya pencegahan dan edukasi, Polda Sumsel mengedepankan sinergi di tingkat akar rumput. Ini melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan para Kepala Desa.

Rapat penanggulangan karhutla ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel yang dipimpin Gubernur Sumsel Herman Deru.

Presiden Prabowo Subianto dalam rapat tersebut sempat menanyakan motif para pelaku. Kapolda Sandi menjelaskan bahwa motif pembakaran lahan kerap terkait dengan upaya meningkatkan hasil panen sawit.

“Kami berharap penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan ini menjadi efek jera. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” Ujar Sandi Nugroho.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan apapun. Mereka juga diminta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek setempat jika melihat titik api.

Share
Related Articles
Ribuan Titik Panas di Sumsel, OKI Terbanyak Akibat Kekeringan
BencanaBerita SumateraCuaca ExtreamKekeringanKorupsi

Ribuan Titik Panas di Sumsel, OKI Terbanyak Akibat Kekeringan

Sumatera Selatan mencatat ribuan titik panas, dengan Ogan Komering Ilir sebagai wilayah...

Prabowo Tambah 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel
Berita SumateraMotor TrailNusantaraOtomotifSorotan

Prabowo Tambah 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel

Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 100 unit motor trail untuk penanganan karhutla...

Sumatera Dilanda 2.945 Hotspot, Sumsel Terbanyak
Berita SumateraCuaca ExtreamLingkunganSorotan

Sumatera Dilanda 2.945 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Pulau Sumatera dilanda 2.945 titik panas (hotspot) hingga Minggu (23/8/2026) malam, dengan...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved