Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA — Hujan lebat disertai angin kencang memicu banjir dan berbagai dampak bencana di Kabupaten Agam, Kota Pariaman, serta Kota Padang, Senin (3/8/2026).
Kota Padang menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar. Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya 15 titik di berbagai kawasan kota terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan.
Genangan air menghambat aktivitas masyarakat dan menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan terganggu. Sejumlah kawasan permukiman juga dilaporkan mulai digenangi air.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat segera mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.
BPBD turut berkoordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait guna mempercepat proses evakuasi warga dan penanganan dampak banjir di lapangan.
Sejumlah warga yang berada di kawasan berisiko telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi korban jiwa apabila kondisi cuaca kembali memburuk.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh personel kami siagakan untuk mempercepat evakuasi dan memastikan penanganan bencana berjalan optimal,” Tegas pihak BPBD Sumatera Barat.
Petugas juga terus melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak, termasuk jumlah rumah yang terendam dan kebutuhan mendesak bagi warga yang mengungsi.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah daerah bersama seluruh unsur penanganan bencana terus memantau perkembangan situasi dan berupaya mempercepat penanganan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.