Findy Alfiansyah Penulis
Dudy menjelaskan pembangunan jaringan kereta di Sumatra lebih siap karena sebagian jalur telah tersedia dan tinggal disambungkan. Sementara itu, jaringan Kereta Trans Kalimantan harus dimulai dari nol.
“Kalau Trans Sumatra kan sebagian sudah tersedia, tinggal kita sambung-sambungkan. Kalau Trans Kalimantan memang kita harus mulai dari nol,” Katanya.
Meskipun Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api, pemerintah telah membuka komunikasi dengan sejumlah calon investor. Investor dari dalam dan luar negeri, termasuk China dan Rusia, telah diajak berdialog.
“Belum, belum (ada kereta api di Kalimantan). Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri. Di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki,” Ujar Dudy Purwagandhi.
Hingga kini, pemerintah belum menetapkan nilai investasi maupun estimasi biaya proyek. Angka tersebut masih menunggu hasil studi kelayakan bisnis dari para calon investor.
“Belum, belum. Kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka,” Tambah Dudy Purwagandhi.
Pemerintah juga kembali mengaktifkan komunikasi dengan Rusia terkait penjajakan kerja sama pembangunan jaringan kereta yang sempat terhenti di era Presiden Joko Widodo. Proyek Trans-Kalimantan pernah ditawarkan kepada perusahaan Rusia, JSC Russian Railways, pada 2015–2016.
Proyek KA Borneo di Kalimantan Timur dan Tengah tersebut bernilai puluhan triliun rupiah, ditujukan untuk pengangkutan batu bara serta penumpang. Namun, proyek itu sempat mangkrak dan investor Rusia akhirnya menarik diri.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini di bawah pengelolaan Danantara juga akan turut terlibat dalam pengembangan proyek ini. Dudy menyebut keputusan mengenai proyek mana yang akan direalisasikan lebih dahulu bergantung pada minat dan perhitungan bisnis investor.
Peluang pengembangan Trans Sumatra dinilai lebih besar karena kebutuhan logistik yang sudah ada. Sementara itu, proyek Trans Kalimantan lebih banyak menarik perhatian investor asing.
Komunikasi dengan calon investor telah berlangsung intensif. Para investor saat ini tengah menghitung aspek teknis dan keekonomian proyek sebelum menyampaikan proposal resmi kepada pemerintah.