Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sekitar 15 hektare lahan di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (3/8/2026).
Api dengan cepat merambat di lahan tersebut, memaksa personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin untuk bekerja ekstra. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu penghambat utama dalam proses pemadaman darat.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa luasan lahan yang terbakar masih merupakan estimasi sementara. Pemantauan awal dilakukan hingga malam hari.
“Estimasi lokasi terbakar sekitar 15 hektare. Ini masih perkiraan kasar karena kondisi sudah gelap saat dilakukan pemantauan. Angin yang cukup kencang juga menyulitkan tim dalam melakukan pemadaman,” Ujar Ferdian Krisnanto.
Pemadaman dilakukan dengan metode darat untuk mencegah perluasan api ke area lain. Angin kencang mempercepat rambatan api ke vegetasi kering.
Tim pemadam tetap berada di lokasi hingga berita ini diturunkan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali (flare up). Informasi terkini menyatakan bahwa area di Tanjung Seteko telah padam dengan luasan estimasi 3 hektare.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini mengingat sebagian wilayah Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau.
Musim kemarau memiliki potensi tinggi meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Petugas juga mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada aparat terkait jika menemukan titik api.
Laporan cepat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Tindakan ini bertujuan mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih besar.