Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRES, SUMATERA – NU Care-Lazisnu PBNU bersama PT Paragon Technology and Innovation menyalurkan bantuan pemulihan sarana pendidikan dan ibadah bagi korban banjir di Aceh dan Sumatera, Sabtu (1/8/2026).
Program kemanusiaan tersebut diprioritaskan untuk pemulihan sarana pendidikan dan ibadah pascabencana banjir. Bantuan menyasar lembaga pendidikan Islam seperti dayah atau pesantren, serta rumah ibadah masjid dan mushola yang mengalami kerusakan.
Distribusi bantuan telah dimulai sejak bulan Ramadhan 2026 dengan pendistribusian paket sembako. Program ini adalah bagian dari upaya memulihkan kembali aktivitas belajar dan ibadah di wilayah terdampak.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, bantuan renovasi disalurkan kepada Dayah Asy Syafiiyah Al Aziziyah dan MTsN 1 Aceh Tamiang melalui program “Madrasah Bangkit”. Selain itu, bantuan peralatan sekolah diberikan kepada MIN 2 Aceh Tamiang dan MIN 7 Aceh Tamiang.
Sementara di Kabupaten Aceh Utara, program “Masjid Bangkit” diwujudkan melalui renovasi masjid dan penyaluran perlengkapan paket ibadah di Dayah Darul Aman. Dayah Ashabul Yamin juga menerima penyaluran perlengkapan ibadah guna membantu kebutuhan santri.
“Program bantuan kemanusiaan ini diprioritaskan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh dan Sumatera. Penyaluran bantuan juga telah dimulai sejak bulan Ramadhan 2026 dengan pendistribusian paket sembako,” Jelas Anik Rifqoh (Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-Lazisnu PBNU).
Pengurus Lazisnu PBNU, Muhammad Iqbal Luthfi, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap dayah dan pesantren merupakan ikhtiar menjaga keberlangsungan pendidikan Islam. Dayah dianggap sebagai pusat pembinaan akhlak dan pencetak kader ulama.
“Dayah bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan juga pusat pembinaan akhlak dan lahirnya kader-kader ulama. Ketika dayah terdampak bencana, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat kembali berjalan dengan baik,” Ujarnya.
Dia menambahkan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur. Amanah tersebut dipercayakan kepada NU Care-Lazisnu PBNU untuk diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.