ENGLISHEN
Home Berita Sumatera Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan dan Kualitas Udara di Palembang

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan dan Kualitas Udara di Palembang

Kabut asap Karhutla di Sumatera Selatan meningkat, mengganggu penerbangan Bandara SMB II Palembang dan menurunkan kualitas udara. Kemenhut tambah personel.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan dan Kualitas Udara di Palembang
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, SUMATERA – Kabut asap akibat Karhutla di Sumatera Selatan mengganggu penerbangan di Bandara SMB II Palembang dan kualitas udara. Sabtu, (23/8/2026).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 di Palembang mencapai 175 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB. Angka tersebut kembali meningkat hingga mencapai 260,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 14.00 WIB.

Sejak pagi, aroma asap dari tanaman terbakar juga tercium cukup menyengat. Kondisi tersebut membuat warga mulai merasakan dampak kabut asap yang semakin tebal di sejumlah wilayah Palembang.

Jarak pandang turut mengalami penurunan. BMKG mencatat jarak pandang terendah di kawasan Palembang mencapai sekitar 600 meter pada pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, General Manager AirNav Indonesia Cabang Palembang, Lanang Wibisono, mengatakan jarak pandang di Bandara SMB II bahkan sempat turun hingga sekitar 500 meter pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Kondisi ini membuat proses pendaratan pesawat harus dilakukan dengan pengawasan ketat.

Akibat jarak pandang yang terbatas, dua pesawat sempat berputar di udara sekitar 10 menit sebelum mendapat kesempatan untuk mendarat. Pesawat Garuda Indonesia rute Banda Aceh-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 07.40 WIB baru mendarat pukul 07.57 WIB.

Pesawat Super Air Jet rute Yogyakarta-Palembang juga mengalami keterlambatan pendaratan. Pesawat yang dijadwalkan tiba pukul 07.42 WIB baru berhasil menyentuh landasan sekitar pukul 08.04 WIB.

Gangguan penerbangan akibat kabut asap juga terjadi sehari sebelumnya. Pesawat Scoot rute Singapura-Palembang sempat mengalami missed approach atau gagal mendarat karena jarak pandang sekitar 1.000 meter, sebelum akhirnya berhasil melakukan pendaratan pada percobaan berikutnya.

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Sumatera, Ferdian Krisnanto, menduga asap yang menyelimuti Palembang berasal dari kebakaran di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Kebakaran gambut di kawasan Pangkalan Lampam masih terus ditangani oleh tim gabungan.

Kementerian Kehutanan kini memperkuat penanganan Karhutla di Sumatera Selatan dengan mengerahkan 299 personel Manggala Agni. Sebanyak 254 personel bertugas di Sumsel, sementara 45 personel lainnya merupakan Bantuan Kendali Operasi.

Data BPBD Sumatera Selatan hingga 21 Agustus 2026 mencatat 1.605 kejadian Karhutla dengan indikasi luas lahan terdampak mencapai 1.926,2 hektare. Pada 22 Agustus 2026, sebanyak 600 titik panas juga terdeteksi, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah OKI.

“Prioritas kita sekarang mengendalikan api dan menekan dampak asap terhadap masyarakat. Manggala Agni sudah bekerja berhari-hari di lapangan. Logistiknya harus cukup, kesehatannya dijaga, peralatannya tersedia, dan rotasi pasukan berjalan,” Ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho.

Penanganan kebakaran terus dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, dan water bombing. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga kembali dilakukan untuk membantu penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Di sisi lain, penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran terkait Karhutla tetap berjalan. Salah satunya melalui penyelidikan kebakaran di sekitar 25 hektare kawasan hutan produksi di Musi Banyuasin.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang lebih buruk, AirNav Palembang akan mengatur kuota penerbangan secara fleksibel dan terus berkoordinasi dengan bandara tujuan. Langkah ini dilakukan agar penerbangan dapat segera dilayani ketika kondisi cuaca membaik serta mencegah penumpukan penumpang di terminal.

Share
Related Articles
Ribuan Titik Panas di Sumsel, OKI Terbanyak Akibat Kekeringan
BencanaBerita SumateraCuaca ExtreamKekeringanKorupsi

Ribuan Titik Panas di Sumsel, OKI Terbanyak Akibat Kekeringan

Sumatera Selatan mencatat ribuan titik panas, dengan Ogan Komering Ilir sebagai wilayah...

Prabowo Tambah 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel
Berita SumateraMotor TrailNusantaraOtomotifSorotan

Prabowo Tambah 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel

Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 100 unit motor trail untuk penanganan karhutla...

Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla
Berita SumateraDinas KehutananHukumKebakaranSorotan

Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla

Polda Sumsel menahan 17 tersangka dari 15 laporan polisi terkait kasus kebakaran...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved