Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Komunitas Long Live Literacy (LLL) menyuarakan aspirasi komunitas literasi Sumsel saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Palembang, Kamis (26/8/2026).
Kunjungan kerja Komisi X DPR RI ini merupakan bagian dari Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar”, bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem literasi di Bumi Sriwijaya.
Rombongan Komisi X DPR RI dipimpin oleh H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., selaku Ketua Tim dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Beberapa anggota tim yang hadir yaitu Once Mekel, S.H.; Ferdiansyah, S.E., M.M.; Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si.; serta Drs. Sabam Sinaga, MM.
Perwakilan Perpustakaan Nasional RI, Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si., juga turut hadir bersama Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Fitriana, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai unsur pentahelix literasi seperti Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumsel, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumsel, para penulis, serta penggerak dan komunitas literasi dari berbagai wilayah di Sumsel.
Dalam forum tersebut, Linda Septiani Sebianto dari komunitas Long Live Literacy (LLL) menyampaikan aspirasi para penggiat literasi se-Sumatera Selatan.
“Kami berharap komunitas tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga dilibatkan sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem literasi. Kami membutuhkan ruang kolaborasi, dukungan pendanaan, dan kesempatan bagi anak muda untuk menjadi penggerak literasi,” Ujar Linda Septiani Sebianto.
Linda juga menambahkan bahwa sinergi antara berbagai pihak seperti pemerintah, sekolah, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, penerbit, dan perguruan tinggi harus terus diperkuat.
Sinergi ini penting agar gerakan literasi di Sumatera Selatan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial.
Kunjungan kerja ini menjadi momen krusial bagi komunitas literasi, termasuk Long Live Literacy (LLL), untuk memperkuat posisi mereka sebagai mitra aktif.
Melalui keterlibatan langsung dalam forum legislatif dan pemangku kepentingan literasi, LLL berharap aspirasi dari akar rumput dapat dipertimbangkan dalam kebijakan literasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.