Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Pemerintah mempercepat operasional PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt untuk memperkuat pasokan listrik di Sumatera, Sabtu (1/8/2026).
Lima menara transmisi roboh pada November 2025 akibat bencana hidrologi, memicu kondisi kritis sistem kelistrikan di wilayah tersebut. PLTA Batang Toru dinilai krusial untuk memperkuat pasokan listrik demi keandalan sistem.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengunjungi Proyek Strategis Nasional ini di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Percepatan pengoperasian pembangkit menjadi fokus utama kunjungan tersebut.
“Ini merupakan upaya percepatan kita untuk penyediaan dan keandalan energi secara nasional. Khususnya, kondisi energi di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, kita sudah memiliki PLTA Batang Toru yang bisa on-grid,” Ujar Yuliot.
Urgensi pengoperasian PLTA Batang Toru semakin meningkat setelah bencana hidrologi November 2025 merobohkan menara dan merusak infrastruktur pendukung jaringan. Kementerian ESDM saat ini mengawal proses pemulihan, yang mencakup tahap perancangan menara dan struktur pondasi.
“Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera,” Kata Yuliot.
Selain kendala transmisi, proyek senilai Rp21,6 triliun ini sempat terhambat perizinan dan administrasi. Menteri Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif pada 16 Maret 2026 melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026, disusul persetujuan untuk melanjutkan konstruksi.
“Testing yang dilakukan ini namanya PLTA kan harus ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan. Berarti antara penyelesaian administratif dan juga pelaksanaan testing itu kita lakukan secara paralel,” Jelas Yuliot.
Pengoperasian PLTA juga diharapkan mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional mencapai 21 persen pada akhir 2026. Saat ini, bauran EBT nasional berada pada kisaran 16 hingga 17 persen.
“Jika kita tidak melakukan percepatan-percepatan, maka target bauran energi 21 persen tidak akan tercapai hingga akhir tahun,” Ujarnya.
PLTA Batang Toru berlokasi di area seluas 650 hektare di Kabupaten Tapanuli Selatan, dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy. Proyek dengan investasi Rp21,6 triliun dari penanaman modal asing ini telah dimulai sejak 1 September 2017 dan melibatkan Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktor.