Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Sumatera Barat mengadopsi konsep ekonomi hijau sebagai strategi pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, Senin (3/8/2026).
Dikenal dengan keindahan alamnya seperti gunung, hutan, dan sawah, Sumatera Barat menghadapi tantangan besar. Tantangan tersebut adalah bagaimana menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Konsep ekonomi hijau terus diperkuat sebagai strategi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat. Pendekatan ini mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penerapannya mulai terlihat di berbagai daerah. Petani kopi di Kabupaten Solok mengembangkan pertanian organik yang menghasilkan produk berkualitas sekaligus menjaga kesuburan tanah, sementara masyarakat di Kabupaten Agam memanfaatkan potensi hutan melalui pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan.
Transformasi hijau juga merambah sektor energi. Sejumlah desa mulai memanfaatkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dari aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan listrik warga dengan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Ekonomi hijau membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus mengorbankan alam. Justru, pelestarian lingkungan dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan,” Demikian disampaikan dalam penguatan konsep pembangunan hijau di Sumatera Barat.
Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat lokal. Transformasi ini menegaskan bahwa ekonomi hijau bukan hanya sebuah tren, melainkan sebuah kebutuhan esensial.
Pembangunan tidak lagi harus merusak alam, melainkan bisa berjalan beriringan dengan upaya pelestarian. Generasi muda Minangkabau kini juga banyak terlibat dalam gerakan ini, membangun usaha kreatif ramah lingkungan.
Produk daur ulang hingga kampanye digital tentang kesadaran ekologis menjadi bagian dari kontribusi mereka. Partisipasi aktif generasi muda ini menunjukkan semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada akhirnya, ekonomi hijau di Sumatera Barat merupakan cerminan keberanian untuk melakukan perubahan signifikan. Inisiatif ini membuktikan bahwa menjaga alam bukanlah beban, melainkan investasi penting untuk masa depan.
Dengan memadukan kearifan lokal dan inovasi modern, masyarakat Minangkabau menunjukkan bahwa kesejahteraan dapat dicapai tanpa harus mengorbankan kelestarian bumi.