Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan menelusuri koridor Gajah Sumatera di KHDTK Benakat, Kabupaten PALI, untuk memperkuat upaya konservasi satwa terancam punah, Sabtu (1/8/2026).
Kepala Bidang Fasilitas Penerapan Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB), Pratiara, menjelaskan KHDTK Benakat Blok I adalah bagian dari Kantong Gajah Semangus–Benakat, salah satu dari 21 kantong habitat tersisa di Sumatra.
Ia menekankan perlindungan koridor jelajah di kawasan ini sangat vital untuk kelestarian populasi Gajah Sumatera di habitat aslinya.
Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, tim memperkirakan terdapat sekitar 17 individu Gajah Sumatera yang menggunakan koridor tersebut.
Temuan ini menegaskan posisi KHDTK Benakat sebagai kawasan strategis untuk konservasi satwa liar dan berpotensi besar sebagai lokasi penelitian.
KHDTK Benakat juga menawarkan peluang untuk pengembangan berbagai kajian ilmiah, termasuk penelitian jenis tanaman pakan dan perilaku sosial gajah.
P2HB Kementerian Kehutanan terus mendorong pengelolaan KHDTK yang berkolaborasi multipihak untuk konservasi keanekaragaman hayati.
Masyarakat setempat menyambut baik inisiatif ini, seperti yang diungkapkan oleh Adipurnomo, pengurus Kelompok Tani Hutan.
Menurut Pratiara, ketersediaan pakan yang memadai di habitat alami akan mengurangi potensi konflik antara gajah dan masyarakat karena satwa tidak lagi keluar kawasan hutan untuk mencari makan di lahan garapan maupun perkebunan warga.,” Ujar Adipurnomo.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, aparat, dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan pengelolaan koridor Gajah Sumatera di KHDTK Benakat sebagai contoh keberhasilan konservasi.
Langkah ini bertujuan menjaga kelestarian satwa liar sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Sebagai subspesies Gajah Asia, Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Oleh karena itu, perlindungan habitat dan koridor jelajahnya merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan.