Findy Alfiansyah Penulis
Pembangunan bendungan pengendali aliran atau sabo dam di Sungai Batang Kumayo, Kabupaten Agam, menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi risiko banjir bandang yang berulang di kawasan tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan proyek akan segera direalisasikan setelah kajian teknis dari Balai Teknis Sabo Yogyakarta selesai disusun.
Menurut Dody Hanggodo, kajian tersebut diperlukan untuk menentukan desain, lokasi, dan spesifikasi sabo dam agar mampu menahan material batu, pasir, dan kayu saat banjir terjadi.
“Kami ingin pembangunan sabo dam dilakukan berdasarkan kajian yang matang agar benar-benar efektif melindungi masyarakat dari ancaman banjir bandang,” Ujar Dody Hanggodo.
Sabo dam direncanakan dibangun di aliran Sungai Batang Kumayo, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang rawan diterjang banjir bandang, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur daerah hulu sungai.
Keberadaan sabo dam diharapkan dapat mengendalikan aliran material yang terbawa arus sehingga mengurangi potensi kerusakan di kawasan permukiman.
Selain melindungi warga, infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu menjaga akses jalan, jembatan, dan fasilitas umum agar tidak mudah terdampak bencana.
Kementerian Pekerjaan Umum akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah selama proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan berlangsung.
Pemerintah berharap pembangunan sabo dam dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan mitigasi bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Agam.