ENGLISHEN
Home Berita Sumatera Pameran Foto Prahara Pulau Emas Ingatkan Bencana Sumatra 2025

Pameran Foto Prahara Pulau Emas Ingatkan Bencana Sumatra 2025

Pameran foto jurnalistik

Pameran Foto Prahara Pulau Emas Ingatkan Bencana Sumatra 2025
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANMEXPRESS, SUMATERA – Pameran foto jurnalistik “Prahara Pulau Emas” dibuka di Museum Tsunami Aceh untuk mengangkat dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra, Senin (3/8/2026).

Pameran yang digagas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh ini menampilkan 68 karya foto jurnalistik dari 38 pewarta foto terbaik di seluruh Indonesia. Karya-karya tersebut mendokumentasikan peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada penghujung tahun 2025.

Pameran ini tidak sekadar menjadi dokumentasi visual, melainkan dirancang sebagai ruang refleksi dan edukasi kemanusiaan. Pengunjung diajak untuk memahami ketangguhan masyarakat, solidaritas yang tumbuh, serta upaya pemulihan pascabencana.

Sebelumnya, pameran serupa juga telah digelar di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, pada Rabu (29/7/2026). Rangkaian pameran ini direncanakan akan ditutup di Medan, Sumatra Utara, setelah Banda Aceh.

“Foto jurnalistik bukan sekadar merekam peristiwa, tetapi juga menyimpan ingatan kolektif sebuah bangsa,” Ujar M. Anshar (Ketua PFI Aceh) di Banda Aceh.

Anshar menambahkan bahwa melalui pameran ini, PFI ingin mengajak masyarakat melihat di balik setiap bencana selalu ada kisah tentang ketangguhan, solidaritas, dan kemanusiaan. Pameran ini juga menjadi media edukasi pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

“Bencana boleh berlalu, namun pelajarannya tidak boleh hilang,” Tutup M. Anshar.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, juga turut mengapresiasi inisiatif PFI yang menjadikan Istano Basa Pagaruyung sebagai lokasi pameran. Ia menilai hal ini sebagai tonggak sejarah baru dalam pemanfaatan kawasan cagar budaya sebagai medium edukasi publik dan mitigasi bencana alam.

“Sebelumnya tidak pernah ada pameran foto di Istano Basa Pagaruyung. Ini ide yang luar biasa. Ini perdana adanya pameran foto di sini,” Kata Eka Putra.

Bagi Rizka Alifah, seorang pengunjung, melihat foto-foto tersebut masih mampu menghadirkan rasa sesak, cemas, dan tak berdaya. Ia merasa diajak kembali ke November 2025 ketika banjir dan longsor melumpuhkan sejumlah daerah di Aceh.

Pameran di Museum Tsunami Aceh dibuka untuk umum secara gratis mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Selain pameran, akan ada diskusi fotografi jurnalistik yang terbuka bagi mahasiswa, komunitas fotografi, insan pers, akademisi, dan masyarakat umum.

Share
Related Articles
Ribuan Titik Panas di Sumsel, OKI Terbanyak Akibat Kekeringan
BencanaBerita SumateraCuaca ExtreamKekeringanKorupsi

Ribuan Titik Panas di Sumsel, OKI Terbanyak Akibat Kekeringan

Sumatera Selatan mencatat ribuan titik panas, dengan Ogan Komering Ilir sebagai wilayah...

Prabowo Tambah 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel
Berita SumateraMotor TrailNusantaraOtomotifSorotan

Prabowo Tambah 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel

Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 100 unit motor trail untuk penanganan karhutla...

Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla
Berita SumateraDinas KehutananHukumKebakaranSorotan

Polda Sumsel Tahan 17 Tersangka Kasus Karhutla

Polda Sumsel menahan 17 tersangka dari 15 laporan polisi terkait kasus kebakaran...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved