Friday, 28 August 2026
Hot

Patin Sumsel Peringkat Satu Nasional, Pemprov Genjot Produksi Perikanan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyalurkan bantuan perikanan kepada nelayan dan pembudidaya. Produksi patin Sumsel raih peringkat satu nasional, memperkuat ketahanan pangan daerah.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, SUMATERA – Pemprov Sumsel menyalurkan bantuan perikanan kepada nelayan dan pembudidaya untuk menjaga produksi ikan dan ketahanan pangan. Sumsel kini menjadi produsen ikan patin terbesar nasional, Rabu (26/8/2026).

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan sektor perikanan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, meskipun anggaran mengalami penyesuaian dan efisiensi. Dukungan ini dianggap krusial karena perikanan menopang ekonomi masyarakat dan memasok bahan baku kuliner khas Sumatera Selatan.

“Di tengah kesederhanaan anggaran, Pemprov Sumsel tetap memberikan perhatian penuh kepada para pelaku perikanan. Ini wujud dorongan moril dan materiil agar produksi perikanan kita tidak boleh terhenti,” Ujar Herman Deru.

Article ad in the middle of article

Gubernur Herman Deru juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel untuk menyiapkan program inovatif. Tujuannya agar sektor perikanan di wilayah tersebut dapat berkembang menjadi komoditas unggulan nasional.

Bantuan yang disalurkan Pemprov Sumsel mencakup 92 ribu ekor benih patin, lele, dan nila kepada kelompok nelayan serta pembudidaya. Selain itu, pemerintah daerah menyediakan 60 ribu kilogram pakan ikan, 14 mesin pencetak pakan, dan satu keramba jaring apung.

Untuk mendukung nelayan perairan umum daratan, Pemprov Sumsel memberikan 64 unit mesin perahu berdaya 6,5 PK dan 12 unit mesin kapal berdaya 24 PK. Bantuan juga diserahkan kepada pengolah dan pemasar hasil perikanan berupa 20 kotak pendingin serta 22 lemari pembeku.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Aries Irwan Wahyu, melaporkan bahwa produksi beberapa komoditas daerah telah menembus peringkat nasional. Patin Sumatera Selatan menduduki peringkat pertama, sementara lele berada di posisi keempat, dan nila menempati posisi kesembilan.

“Produksi ikan patin kita berada di peringkat satu nasional, lele peringkat empat, dan nila peringkat sembilan. Capaian ini menjadi bukti kontribusi besar sektor budidaya dan nelayan Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional,” Tutur Aries Irwan Wahyu.

Bantuan sarana produksi diharapkan dapat menekan biaya usaha bagi pembudidaya melalui dukungan benih, pakan, dan peralatan yang memadai. Sementara itu, mesin perahu dan fasilitas pendingin bertujuan membantu nelayan menjaga mutu hasil tangkapan hingga ke rantai pemasaran.

Pemprov Sumsel berharap dukungan ini akan memperkuat produktivitas pelaku usaha, sekaligus menjaga ketersediaan ikan bagi masyarakat dan industri kuliner daerah. Pemerintah daerah juga terus mendorong inovasi agar komoditas perikanan Sumatera Selatan memiliki daya saing lebih kuat secara nasional.

Article ad after last paragraph