Friday, 28 August 2026
Hot

Pemprov Sumsel Salurkan Bantuan Benih Hingga Mesin Kapal ke Nelayan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan salurkan bantuan sarana dan prasarana kelautan, mulai dari benih hingga mesin kapal, kepada nelayan dan pembudidaya ikan pada 27 Agustus 2026.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, SUMATERA – Pemprov Sumatera Selatan menyalurkan bantuan benih, pakan, dan mesin kapal kepada nelayan, pembudidaya, serta kelompok pengolah hasil perikanan, Kamis (27/8/2026).

Pemprov Sumsel menyalurkan beragam bantuan kepada 43 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Bantuan tersebut meliputi benih, pakan, 14 unit mesin pencetak pakan, serta satu unit keramba jaring apung (KJA).

Selain itu, 12 unit mesin 24 PK untuk kapal nelayan dan 64 unit mesin 6,5 PK untuk perahu nelayan turut diserahkan. Ada pula 20 unit cool box dan 22 unit chest freezer untuk kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Article ad in the middle of article

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah. Hal ini juga menjadi stimulus penting untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan.

Dukungan sarana produksi dianggap vital dalam membantu nelayan dan pembudidaya ikan menjalankan aktivitas usaha secara lebih efektif. Tujuannya agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Nelayan adalah sebuah profesi mulia, bukan hanya memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan sumbangsih berupa protein,” Ujar Herman Deru.

Herman Deru menambahkan, penguatan sektor kelautan dan perikanan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini termasuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Aries Irwan Wahyu, menyatakan bantuan ini menunjukkan konsistensi pemerintah provinsi. Konsistensi tersebut bertujuan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat kelautan dan perikanan di tengah tantangan fiskal yang sulit.

“Meski hampir semua daerah diterpa isu dan tantangan kondisi fiskal yang makin sulit, gubernur tetap konsisten mengalokasikan bantuan sarana dan prasarana untuk masyarakat kelautan dan perikanan agar menjadi stimulan untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya,” Kata Aries Irwan Wahyu.

Sektor perikanan Sumsel telah mencatatkan sejumlah prestasi produksi penting di tingkat nasional. Berdasarkan Portal Satu Data Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan patin Sumsel menduduki peringkat pertama nasional, diikuti ikan lele pada peringkat keempat, dan ikan nila pada peringkat kesembilan.

Aries Irwan Wahyu menambahkan, capaian ini membuktikan peran vital sektor kelautan dan perikanan Sumsel dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Pemprov Sumsel juga aktif memperkuat kawasan pesisir dengan menambah luasan mangrove 1.484,90 hektare selama periode pertama kepemimpinan Herman Deru.

“Upaya ini tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga membuka peluang menciptakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan UMKM pesisir, dan meningkatkan hasil tangkapan nelayan,” Ujar Aries Irwan Wahyu.

Pihaknya juga telah menetapkan kawasan konservasi perairan di dua kabupaten. Ini sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Article ad after last paragraph