Friday, 28 August 2026
Hot

Polda Sumsel Bangun Monumen Juang Polisi, Rawat Sejarah Perjuangan

Polda Sumsel memulai pembangunan Monumen Juang Polisi di Mapolda Sumsel pada Kamis (27/08/2026) untuk merawat sejarah dan semangat perjuangan Polri. Monumen ini akan menggambarkan perjalanan kepolisian dari masa kemerdekaan hingga era Presisi.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, SUMATERA – Polda Sumatera Selatan membangun Monumen Juang Polisi sebagai simbol mengenang sejarah perjuangan kepolisian sejak masa kemerdekaan hingga era Presisi, Kamis (27/8/2026).

Pembangunan monumen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah perjuangan dan pengabdian polisi di Sumatera Selatan. Nilai-nilai perjuangan para pendahulu nantinya diharapkan dapat terus dikenalkan kepada generasi penerus.

Relief pada monumen akan menggambarkan sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan kepolisian. Lima tema besar akan menjadi bagian utama dari relief yang menghiasi monumen tersebut.

Article ad in the middle of article

Tema yang diangkat meliputi masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran Bendera Merah Putih pada 1945, serta perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945-1949.

Selain itu, relief juga akan menggambarkan pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel. Pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada masa kini turut menjadi bagian dari sejarah yang akan diabadikan.

Salah satu peristiwa yang akan dikenang adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir Agustus 1945. Saat itu, sekitar 100 anggota polisi mengikuti upacara dan menyatakan kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan juga akan ditampilkan. Salah satu peristiwa penting yang diabadikan yakni Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1-5 Januari 1947.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan. Ia didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Eka Sandi Nugroho, Wakapolda Sumsel, serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.

Pembangunan monumen tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang Polri. Kehadirannya diharapkan menjadi pengingat atas jasa dan pengorbanan para anggota kepolisian yang telah berjuang di masa lalu.

“Monumen ini diharapkan menjadi pengingat perjuangan para pendahulu sekaligus mendorong setiap personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” Ujar Sandi Nugroho.

Melalui pembangunan Monumen Juang Polisi Sumsel, nilai perjuangan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Setiap personel Polri diharapkan mampu menjadi penerus perjuangan sekaligus menciptakan sejarah baru melalui pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Article ad after last paragraph