Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Pemko Pematangsiantar meraih penghargaan nasional Program KEJAR terbaik regional Sumatera, Jumat (28/8/2026).
Prestasi ini diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Wali Kota Wesly Silalahi Sekolah Rakyat Menengah Atas, Jawa Barat. Program KEJAR merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk memperluas akses layanan strategis literasi keuangan anak sejak dini.
Wali Kota Wesly Silalahi menyatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi penting untuk terus memperluas akses layanan literasi keuangan di Pematangsiantar. Ia mengapresiasi OJK atas penghargaan yang diberikan, menyebutnya sebagai penyemangat bagi Pemko untuk terus menghadirkan program bermanfaat bagi pelajar dan masyarakat.
Wesly menegaskan bahwa keberhasilan program KEJAR tidak hanya diukur dari jumlah rekening pelajar, namun juga dari pembelajaran mengelola keuangan secara bertanggung jawab. Ia berharap rekening tersebut menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk memahami dan mengelola keuangan.
Keberhasilan Pemko Pematangsiantar didukung oleh data akumulasi konkret program ini. Pada tahun 2024, tercatat 121.834 rekening dengan total nominal Rp23.650.745.449.
Pada tahun 2025, jumlah rekening meningkat menjadi 138.846 dengan total nominal Rp38.575.094.662. Kemudian, hingga semester satu tahun 2026, sebanyak 150.073 siswa SD dan SMP telah memiliki rekening tabungan perbankan dengan nominal Rp26.596.042.354.
“Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan layanan kepada generasi muda khususnya di Pematangsiantar,” Ucap Wesly.
Menurutnya, data tersebut sejalan dengan semangat Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan produk dan layanan keuangan. Pemko Pematangsiantar akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas implementasi Program KEJAR.
Gerakan Menabung, lanjut Wesly, berfokus pada pembentukan karakter generasi masa depan.
“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” Katanya.
Program KEJAR sendiri berperan penting dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan. Melalui kepemilikan rekening, pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan layanan perbankan tetapi juga belajar mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen.
Meskipun melebihi target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih di bawah capaian nasional, memerlukan kolaborasi penguatan dari seluruh pemangku kepentingan.
Friderica menambahkan, OJK bersama seluruh kementerian dan lembaga memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan anak-anak di Indonesia.


