Thursday, 03 September 2026
Hot

Mendagri Tito Dorong Kementerian Percepat Anggaran Pascabencana Sumatera

Mendagri Tito Karnavian mendorong percepatan realisasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera oleh kementerian/lembaga terkait guna memastikan program pemulihan berjalan efektif.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, SUMATERA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong percepatan realisasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Sumatera, Rabu (2/9/2026).

Tito yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meminta kementerian dan lembaga terkait segera menjalankan program pemulihan di lapangan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Jakarta. Tito menilai waktu pelaksanaan program pada 2026 semakin terbatas.

Article ad in the middle of article

Penanganan pascabencana Sumatera melibatkan 33 kementerian dan lembaga. Sebagian besar K/L utama telah memperoleh persetujuan anggaran dan mulai menjalankan program pemulihan.

Namun, masih terdapat sejumlah K/L yang belum mendapatkan persetujuan anggaran karena dokumen pendukung dan rincian program belum lengkap.

Tito meminta para penanggung jawab atau PIC K/L segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan agar proses persetujuan anggaran dapat dipercepat.

“Segera lengkapi dokumen dan lakukan koordinasi intensif agar anggaran yang telah disiapkan pemerintah dapat segera direalisasikan menjadi program pemulihan,” Ujar Tito.

Posko Satgas PRR juga diminta berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran, untuk menyelesaikan berbagai kendala dalam proses pengajuan anggaran.

Pemerintah telah menyalurkan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sementara kebutuhan rehab-rekon berdasarkan rencana induk mencapai Rp100,1 triliun hingga 2028.

Pemulihan mencakup sektor pekerjaan umum, pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, keagamaan, hingga UMKM. Kementerian Agama juga menyiapkan Rp405 miliar untuk pemulihan sarana keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana.

Article ad after last paragraph