Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – UNAIR memperkenalkan PCM-Hydrogel Pack untuk menjaga mutu hasil perikanan nelayan kecil di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (31/8/2026).
Inovasi ini bertujuan menjawab tantangan penanganan mutu ikan setelah ditangkap, mendukung usaha perikanan skala kecil. Teknologi tersebut merupakan alternatif rantai dingin yang dikenalkan dalam Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026.
Program PMKI 2026 berlangsung di beberapa desa di Kepulauan Mentawai dari 11 hingga 12 Agustus 2026. UNAIR berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk memperkenalkan teknologi cold storage box.
Universitas Airlangga diwakili oleh Dr. Suhailah SSi MSi beserta tiga mahasiswa Program Studi Rekayasa Nanoteknologi. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Farah, Karina, dan Grandee dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).
Tim UNAIR memberikan pelatihan tentang pembuatan PCM-Hydrogel Pack kepada masyarakat setempat. Pelatihan ini dirancang untuk membantu mempertahankan suhu dan mutu hasil perikanan secara efektif.
Lebih dari sekadar pengenalan teknologi, masyarakat juga dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu melakukan produksi inovasi ini secara mandiri. Harapannya, mereka dapat memanfaatkan serta mengembangkan teknologi ini secara berkelanjutan untuk jangka panjang.
PCM-Hydrogel Pack merupakan komponen dari cold storage box yang mengaplikasikan material penyimpan energi termal. Tujuannya adalah menjaga suhu penyimpanan agar masa simpan produk ikan lebih lama.
Teknologi ini penting untuk mempertahankan kualitas produk selama penyimpanan dan distribusi. Selain itu, inovasi ini juga efektif dalam mengurangi potensi kerugian pascapanen yang kerap dialami nelayan.
Dr. Suhailah mengungkapkan bahwa PCM-Hydrogel Pack adalah buah dari kerja sama multidisiplin antar berbagai bidang keilmuan. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi multidisiplin dari dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang. Semoga kedepannya teknologi ini bisa diaplikasikan dan dikenal secara lebih luas lagi,” Ujar Dr. Suhailah SSi MSi.
Respons masyarakat dari Desa Muara Sikabaluan, Dusun Labuan Bajau, dan Desa Sigapokna sangat positif terhadap inovasi ini. Antusiasme mereka terlihat jelas selama kegiatan pelatihan dan pengenalan teknologi.
Program PMKI 2026 tidak hanya fokus pada penyediaan alat, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan. Tujuannya agar masyarakat mampu memproduksi teknologi ini secara mandiri di masa depan.
Melalui kolaborasi antar perguruan tinggi ini, inovasi cold storage box berbasis PCM dan PCM-Hydrogel Pack diharapkan menjadi fondasi awal. Ini untuk membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan.


