Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, SUMATERA – Kemenag mempercepat pemulihan 69 rumah ibadah Buddha dan dua Sekolah Minggu Buddha terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara, Senin (22/8/2026).
Fasilitas-fasilitas ibadah ini mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda kedua provinsi tersebut pada November 2025 lalu. Upaya rehabilitasi dan rekonstruasi ini merupakan bagian integral dari Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera yang telah ditetapkan.
Langkah-langkah strategis untuk mematangkan proses percepatan pemulihan ini telah dibahas dalam sebuah Kickoff Meeting Pemantauan Renduk PRRP Sumatera. Pertemuan penting yang bertujuan mengkoordinasikan upaya pemulihan ini diselenggarakan secara hybrid pada Senin, 22 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Ditjen Bimas Buddha, bersama dengan para Pembimbing Masyarakat Buddha (Pembimas Buddha) dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Tim perencana program dan anggaran, serta pengelola proyek terkait juga turut serta dalam diskusi komprehensif ini.
“Mekanisme tersebut perlu dilengkapi dengan penanggung jawab yang jelas serta melibatkan tim monitoring dan evaluasi bantuan agar perkembangan pelaksanaan dapat dipantau dan diukuri secara konsisten,”Ujar Supriyadi, perwakilan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama.
Supriyadi turut menekankan bahwa pemantauan di lapangan harus dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan program juga diimbau untuk senantiasa menjaga integritas dan akuntabilitas.
Data dari Renduk PRRP Sumatera menunjukkan bahwa 69 rumah ibadah Buddha yang menjadi sasaran program pemulihan tersebar di beberapa wilayah strategis. Lokasi tersebut mencakup Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, dan Kota Langsa.
Selain itu, fasilitas ibadah yang terdampak bencana juga berada di Kota Binjai serta Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Semua wilayah ini menjadi prioritas dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dijalankan oleh Ditjen Bimas Buddha.
Fokus utama dalam pengawasan ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi komunitas Buddha yang terdampak. Proses ini krusial untuk mengembalikan fungsi sosial dan spiritual rumah ibadah secepat mungkin.


